merdeka
Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
| Both sides previous revisionPrevious revisionNext revision | Previous revision | ||
| merdeka [2026/01/12 11:08] – [1957-10-01: Pertemuan Perwakilan] sazli | merdeka [2026/01/12 11:20] (kini) – removed sazli | ||
|---|---|---|---|
| Line 1: | Line 1: | ||
| - | ====== Pembukaan Semula (1957-1959) ====== | ||
| - | |||
| - | |||
| - | ===== 1957-11-16: Cetusan Pembukaan Semula ===== | ||
| - | |||
| - | //" | ||
| - | |||
| - | ===== 1958-04-26: Seruan Pembukaan Semula ===== | ||
| - | |||
| - | //" | ||
| - | dapat kembali ka-kampong mereka itu. Pada bulan October yang lalu Perdana Menteri telah memberi jaminan kapada | ||
| - | suatu perwakilan ia-itu dia akan mengirim atau menghantar mereka kembali ka-rumah masing2 jika Jawatan kuasa Perang Negeri tidak mendatangkan sa-barang bantahan. Jawatan kuasa Perang Negeri itu tidak ada sa-barang ban— | ||
| - | tahan. Beberapa minggu kemudian-nya Majlis Gerakan Dharurat mengambil keputusan hendak membenar-kan orang2 kampong itu kembali ka-kampong mereka. Dan Kerajaan Selangor mengumumkan bahawa Kerajaan sedang membuat suatu ranchangan untok me-nempatkan mereka itu kembali. Sa-benar-nya pe-mulehan sa-mula kampong Jenderam itu telah di-beri " | ||
| - | nya bukan-lah bagitu besar tentang teknikal sa-bagai-mana kesusahan kewangan. Ranchangan pemulehan sa-mula ini ada-lah di-jangka akan memakan belanja sa-banyak $2,000,000. Kerajaan Negeri berpendapat bahawa Kerajaan Persekutuan yang sa-patut-nya menchari wang itu, ia-itu boleh jadi kerana kampong itu telah di-pindahkan atas perentah2 mereka. Ada-lah tidak patut orang2 kampong itu di-biarkan de-ngan terharap-harap saperti sekarang ini. Kerajaan2 Negeri dan Persekutuan ke-dua2nya mempunyai tanggong jawab terhadap men-chabut akar umbi kampong | ||
| - | tersebut. Orang2 kampong itu telah di-simpan dalam tahanan buat sementara, dan kemudian-nya di-bebaskan untok menchari kehidupan mereka sendiri. Banyak di-antara mereka itu tinggal dengan saudara mara mereka dan yang lain2nya pula sa-dapat2nya bertungkus lumus berjuang untok hidup. Ada-kah satu perbuatan yang betul mereka itu di-tegah daripada hendak kembali ka-rumah2 dan tanah di-mana mereka telah di-paksa meninggalkan-nya pada masa tujoh tahun yang lalu itu? Kampong2 " | ||
| - | |||
| - | 1958-05-15: PADANG KERBAU JENDERAM PADI AREA | ||
| - | https:// | ||
| - | |||
| - | 1958-08-04: THE RETURN OF INHABITANTS TO JENDERAM | ||
| - | https:// | ||
| - | |||
| - | |||
| - | ===== 1958-11-16: Kepulangan Warga ===== | ||
| - | |||
| - | //A town which died seven years ago is coming back to life today. Its 1,500 people who had been forced to leave in disgrace for non-co-operation with the authorities in the Emergency are now slowly returning from all parts of the Federation with raised heads and new hope. The town is Jenderam in Selangor, about 30 miles from Kuala Lumpur. Once a notorious black spot, it was ordered in 1951 to be sealed under the Emergency Regulations for failing to supply information about terrorist activities in the area. \\ | ||
| - | \\ | ||
| - | The return to Jenderam started about eight weeks ago when the Government lifted its ban on residence there. | ||
| - | But when the first 25 families of about 200 people came back to their town, they found emptiness everywhere. | ||
| - | The old mosque was there but the town's 400 houses had vanished. Of the Malay school opposite the mosque, only | ||
| - | cement posts remained. Jenderam' | ||
| - | of lallang. Today, however, a few weeks after their return, 20 wooden houses have been put up along the main road; the mosque grounds are being cleared up; a coffeeshop and grocery has been opened and acres of lalang have been cleared. Money is needed to repair the mosque, build a new school, houses and cultivate the land, | ||
| - | and the Government has promised to help. So far only the Malays have returned — the Chinese section of the community has yet to come back. But by word of mouth, the message is being passed to former residents now scattered throughout the country: "We have come home. We hope you will come back too and help us rebuild our town." During their exile they had eked a living here and there, all the while yearning to return to their own rich rubber and padi land. Now that their hope has been realised they have banded together for the hard work that must be done. \\ | ||
| - | \\ | ||
| - | They are showing what co-operation and determination can achieve. Today Jenderam is humming with activity. | ||
| - | One of the first to return to Jenderam is Mohamed Yakim, 48. He said: "Our family has been here for many generations. When the authorities ordered us to leave we couldn' | ||
| - | settle down in nearby Jenderam Hilir. " | ||
| - | earned a good living. "In the new place we moved to, I had to go to work for people. All those years, we were longing to return to Jenderam. So when the Government said we could do so, I wasted no time in bringing my wife and five children back. "It was a bit of a shock to find our homes gone and our land overgrown with lallang. But we were not disheartened. We set to work and everybody did his share. We have already put up a house and my land is slowly becoming fit for cultivation." | ||
| - | \\ | ||
| - | Abdul Rahim bin Dasar, 30, who was repairing the Jenderam town sign on the road, said : "My brother, | ||
| - | sister and I left Jenderam with the rest of the people. My sister and I went to Kuala Lumpur; my brother | ||
| - | to Singapore. We had to leave our 15 acres of rubber land and eight acres of padi field. "In Kuala Lumpur, I worked as a labourer but I was not happy. I wanted to come back here. So as soon as the Government lifted the ban on the town, my sister and I returned." | ||
| - | town.""// | ||
| - | |||
| - | (Sumber: The Straits Times, 16 November 1958, Page 10: [[https:// | ||
| - | |||
| - | (Sumber gambar-gambar: | ||
| - | |||
| - | //" | ||
| - | \\ | ||
| - | Penempatan sa-mula di-kampong Jenderam ini bermula lebeh kurang delapan minggu dahulu. Pada mum-nya waktu 25 keluarga yang mengandongi lebeh kurang 200 orang itu balek " | ||
| - | dahulu. Sekolah Melayu hanya meninggalkan lantai cement-nya sa-haja, yang lain-nya telah termusnah. Kalau dahulu 1,000 ekar kebun getah dan 600 ekar tanah sawah tumboh hijau dan subor, sekarang tanah2 itu di-liputi oleh pokok2 lalang, hidup ta' di-pedulikan siapa. Hari ini, ia-itu beberapa ming[g]u sa-lepas pendudok2 ini pulang telah kelihatan 20 buah rumah kayu berderet di-tepi jalan raya. Masjid Jenderam di-chuchi sa-mula, sa-buah kedai kopi dan kedai makan di-buka sa-mula dan beberapa ekar lalang di-tebas habis. Kerajaan sedang berusaha mendapatkan wang untok membantu pendudok2 di-situ memperbaiki masjid mereka, membena sekolah2 dan | ||
| - | rumah2 kediaman dan juga membuka sa-mula tanah2 yang terbiar. Pendudok2-nya pun ta' kurang giat mema' | ||
| - | apabila kami di-suroh berpindah kami enggan berpindah jauh. Kami memileh Jenderam Hilir sa-bagai tempat kediaman baharu. "Saya ta' akan lupa pada hari pemindahan dahulu. Sunggoh walang hati kami waktu mengilek barang2 kami. Saya terpaksa meningg[a]lkan 15 ekar kebun getah dan tiga ekar tanah sawah yang sudah beberapa lama mengeluarkan hasil yang baik. \\ | ||
| - | \\ | ||
| - | " | ||
| - | saya. " | ||
| - | \\ | ||
| - | "Saya terpaksa meninggalkan tanah2 getah dan padi yang luas-nya 15 dan delapan ekar. Di Kuala Lumpur saya dapat kerja sa-bagai sa-orang buroh. Tetapi saya tidak suka dengan kerja ? Senantiasa saya berharap akan pulang ka-Jenderam. " | ||
| - | " | ||
| - | \\ | ||
| - | Ketabahan hati mereka hendak-lah di-? Dengan kerjasama antara mereka sama ? mereka telah membuka sa-buah pekan baharu. Mereka berharap mendapat bantuan wang dari pehak yang berkuasa. Bus dan bekalan elektrik belum ada lagi. Tentu mereka akan mendapat? | ||
| - | ma' | ||
| - | |||
| - | (Sumber: Berita Harian, 18 November 1958, Page 4: [[https:// | ||
| - | |||
| - | (Sumber gambar: Berita Harian, 18 November 1958, Page 4: [[https:// | ||
| - | |||
| - | 1959: Jenderam pics (1959) | ||
| - | |||
| - | 1. Jenderam family | ||
| - | https:// | ||
| - | ( Source: https:// | ||
| - | |||
| - | 2. Jenderam town | ||
| - | Pekan ke arah Salak: https:// | ||
| - | Pekan ke arah Dangau: https:// | ||
| - | Papan tanda: https:// | ||
| - | https:// | ||
| - | Masjid:- | ||
| - | https:// | ||
| - | https:// | ||
| - | https:// | ||
| - | |||
| - | 3. Bangi | ||
| - | https:// | ||
merdeka.1768187311.txt.gz · Last modified: by sazli
